JAKARTA, kabarSBI.com – Pimpinan Redaksi Kabarsbi.com, Agung Sulistio, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gabungan Media Online dan Cetak Ternama (GMOCT) serta Ketua II DPP LPK-RI, menyampaikan peringatan keras kepada para pejabat daerah, khususnya bupati dan anggota DPRD, agar tidak melupakan masyarakat kecil yang telah memberikan suara dan kepercayaan dalam proses demokrasi.
Menurut Agung Sulistio, dalam sistem demokrasi kekuasaan sejatinya berasal dari rakyat. Oleh karena itu, pejabat yang terpilih melalui pemilihan langsung wajib menjaga amanah tersebut dengan bekerja untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
“Bupati dan anggota dewan dipilih langsung oleh masyarakat. Mereka harus ingat bahwa ketika mencalonkan diri, mereka sangat membutuhkan dukungan suara rakyat. Tetapi sering kali setelah terpilih, masyarakat kecil justru mulai diabaikan,” tegas Agung.
Ia menilai masih ada oknum pejabat yang menganggap sepele aspirasi masyarakat kecil. Ketika masyarakat menyampaikan keluhan, kritik, atau harapan terhadap kebijakan pemerintah daerah, tidak jarang suara tersebut tidak mendapatkan perhatian serius. Padahal aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dari demokrasi dan pembangunan daerah.
Secara hukum, kata Agung, pejabat publik memiliki kewajiban untuk melayani masyarakat secara adil dan terbuka. Hal tersebut telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik, yang menegaskan bahwa penyelenggara negara wajib memberikan pelayanan yang transparan, responsif, serta tidak diskriminatif kepada seluruh masyarakat.
Selain itu, Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah juga menegaskan bahwa kepala daerah memiliki tanggung jawab untuk memimpin penyelenggaraan pemerintahan daerah serta menjaga hubungan yang baik dengan masyarakat. Sementara anggota DPRD memiliki fungsi legislasi, pengawasan, dan penyaluran aspirasi rakyat.
Agung juga menyoroti realitas politik di lapangan bahwa proses pencalonan kepala daerah maupun legislatif membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Berdasarkan pengamatan dan investigasi yang dilakukannya, kegiatan kampanye hingga sosialisasi ke desa-desa memerlukan anggaran besar. Berbagai pendekatan kepada masyarakat dilakukan untuk memperoleh simpati dan dukungan suara, termasuk kegiatan pertemuan warga maupun bantuan sosial seperti pembagian sembako.
Menurutnya, hal ini menunjukkan bahwa peran masyarakat sangat besar dalam menentukan kemenangan seorang calon pemimpin. Karena itu, ketika seseorang telah terpilih menjadi pejabat publik, sudah sepatutnya mereka tidak melupakan masyarakat yang dahulu menjadi sumber dukungan politiknya.
Agung juga mengingatkan bahwa sejumlah kepala daerah di Indonesia telah tersandung kasus hukum setelah tertangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akibat praktik korupsi dan penyalahgunaan kewenangan. Ia menilai peristiwa tersebut harus menjadi pengingat keras bagi para pejabat daerah agar tidak menyalahgunakan kekuasaan.
“Banyak contoh kepala daerah yang akhirnya harus berhadapan dengan hukum. Ini menjadi peringatan bagi pejabat lainnya bahwa kekuasaan harus dijalankan dengan integritas dan tanggung jawab,” ujarnya.
Selain itu, Agung juga menekankan pentingnya hubungan yang baik antara pemerintah daerah dan insan pers. Ia mengingatkan agar para pejabat tidak alergi terhadap wartawan, karena media memiliki peran penting dalam pembangunan daerah.
“Wartawan adalah corong informasi antara pemerintah dan masyarakat. Tanpa media, informasi pembangunan dan kebijakan pemerintah tidak akan tersampaikan secara luas. Wartawan juga menjadi jembatan aspirasi masyarakat kepada pemerintah,” jelasnya.
Di akhir pernyataannya, Agung Sulistio menegaskan bahwa jabatan hanyalah amanah dan titipan yang tidak akan berlangsung selamanya. Oleh karena itu, setiap pejabat harus menggunakan kekuasaan yang dimiliki untuk mengabdi kepada masyarakat dan negara.
“Jadikan jabatan sebagai tongkat untuk melindungi hati masyarakat kecil, bukan untuk menyakiti mereka. Karena doa masyarakat kecil yang merasa terzalimi tidak memiliki penghalang,” pungkasnya.
(red)

