oleh

“Pungli” di Sekolah Ciamis Kian Berani, Kepsek Sebut Dana BOS Tak Cukup

“Pungli” di Sekolah Ciamis Kian Berani, Kepsek Sebut Dana BOS Tak Cukup 1
FOTO: MTs Negeri 10 Ciamis. (dok)

CIAMIS, kabarSBI.com – Dugaan pungutan liar (pungli) di lingkup pendidikan Kabupaten Ciamis, di bawah naungan Kemenag Kabupaten Ciamis kian berani dilakukan pihak sekolah bersama komite-nya.

Seperti yang terjadi di MTsN 10 Ciamis. Pihak sekolah berdalih ‘pungutan’ berdasarkan hasil musyawarah warga sekolah dan komite sekolah.

Berbeda terbalik bagi orang tua siswa, pungutan sangat dirasa memberatkan biaya pendidikan terlebih ekonomi orang tua siswa tergolong banyak kurang mampu.

Namun kebanyakan orang tua siswa tidak berani menyampaikan keluhannya dan dengan terpaksa menerima apa yang menjadi kebijakan sekolah dan komite sekolah.

Biaya sekolah yang dibebankan pada orang tuas siswa kelas VII, VIII dan IX MTsN 10 Ciamis, total sebesar Rp 3.030.000 (bisa dicicil) dengan rincian:

Tes ÌQ  Rp.75.000 (ķelas 7); Study Tour Rp. 850.000 (Kelas 8); Lembar Kerja Siswa Rp 790.000 (Kelas 7, 8, dan 9 per 5 smt); Perpustakaan dan kenaikan kelas Rp 175.000 (Kelas 7, 8. dan 90; Operasional Komite Rp 400.000 (Kelas 7); Buku Prediksi UN dan UAMBN Rp 140.000 (Kelas 9); Ujian-ujian Rp 170.000 (kelas 9); Seragam batik 1 stel Rp 160.000 serta Operasional dan penyelelenggaraan Rp 270.000.

“Masa operasional komite sekolah juga dibebankan pada orang tua siswa, minta diutamakan lagi pembayarannya, ini untuk apa? Kan tidak jelas,” tanya Adi, aktivis lembaga sosial, di Desa Banjarsari, Ciamis, Sabtu, 14/9/2019.

Menurutnya pungutan di MTsN 10 Ciamis sangat membebankan orang tua atau wali murid, dan tidak patut untuk dilaksanakan.

“Banyak orang tua siswa yang mengadukan nasibnya kepada kami. Mereka merasa keberatan karena  harus membayar Rp 3.030.000, per-murid, per- 3 tahun, meski bisa dicicil,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala MTsn 10 Ciamis, Iskak Saefulloh, mengaku biaya-biaya terkait untuk mengcover dana BOS (Bantuan Operasional Sekolah) yang menurutnya tidak mencukupi kebutuhan sekolah.

“Jangan ‘menginmidasi’ sekolah MTs saya saja, sekolah – sekolah lain pun ada juga. SMA Negeri 1 Banjarsari bahkan sampai 2,5 juta. Dan SMP, SMK ada juga,” ungkap Ishak.

Demikian pula disampaikan Komite sekolah MTsN 10 yang mengkalim bahwa pungutan tersebut tidak dipaksakan dan mempertimbangkan orang tua yang tak mampu. (bono/r/as)

Kabar Terbaru