oleh

Kontruksi Sungai Cibarengkok Desa Sukadana Rusak Berat:  Warga dan Perangkat Desa Minta Segera Diperbaiki

Kontruksi Sungai Cibarengkok Desa Sukadana Rusak Berat:  Warga dan Perangkat Desa Minta Segera Diperbaiki 1
Salah satu titik kerusakan Sungai Cibarengkok depan rumah warga Dusun I RT 02/01 Desa Sukadana, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan.

KUNINGAN, kabarSBI.com – Sungai Cibarengkok yang terletak di Desa Sukadana, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan mengalami kerusakan kontruksi cukup parah sejak tahun 2015.

Sungai Cibarengkok anak sungai Cijangkelok aliran sungai bermuara pada sungai Cisanggarung melintasi Dusun I dan II Desa Sukadana. Sungai Cibarengkok memiliki panjang kurang lebih 1,5 km, lebar sekitar 8 meter, dengan ketinggian 4 meter, saat ini kondisinya sangat memprihatinkan. Kontruksi tembok penyanggah sungai secara keseluruhan rusak berat sekitar 50 sampai 70 persen.

Warga sekitar sungai berjarak 2 sampai 5 meter dari bantaran sungai sangat kuatir terjadi longsor dan terancam terjangan banjir jika debit air tinggi. Terlebih sejumlah titik dibadan sungai banyak mengalami kerusakan alias ambrol.

Kontruksi Sungai Cibarengkok Desa Sukadana Rusak Berat:  Warga dan Perangkat Desa Minta Segera Diperbaiki 2
Ketua Karang Taruna Desa Sukadana, Dedi Budiman.

Dedi Budiman, salah seorang warga Desa Sukadana mengungkapkan kondisi Sungai Cibarengkok telah mengalami kerusakan yang cukup lama.

Menurutnya, pemerintah daerah maupun pusat harus segera memperbaiki dengan bangunan yang baru. Sebelum, kata dia, sungai cibarengkok mengalami kerusakan total dan akan berdampak pada kerusakan rumah warga, dan korban lainnya.

“Kami sebagai warga sekitar sangat kuatir bila melihat kondisi kerusakan sungai yang parah. Tembok-tembok penyangga sungai banyak yang ambrol dan mengakibatkan longsor,” kata Dedi, warga Dusun I Desa Sukadana, Cibeureum, Kuningan, Jumat, 4/6/2021.

Pria melekat padanya selaku Ketua Karang Taruna Desa Sukadana itu mengaku masih beruntung sejauh ini tidak ada informasi rumah warga yang rusak akibat longsor.

“Jarak tepi sungai dengan rumah warga cukup dekat namun masih ada jeda sekitar 2 sampai 5 meter. Kalau kerusakan sungai itu di sejumlah titik ada, tapi kalau sampai berdampak merusak rumah warga setahu saya tidak ada. Paling perkarangan rumah warga saja yang terkena dampak longsor,” ujar Dedi.

Meski begitu, ia berharap pemerintah kabupaten, provinsi maupun pemerintah pusat segera untuk membangun kontruksi sungai cibarengkok. Baginya, mencegah lebih baik ketimbang harus ada korban yang tidak diharapkanya.

Kontruksi Sungai Cibarengkok Desa Sukadana Rusak Berat:  Warga dan Perangkat Desa Minta Segera Diperbaiki 3
Kepala Desa Sukadana, Juhri Gianaris.

“Kurusakan sungai ini sudah cukup lama, sejak tahun 2015 dan setiap tahun volume kerusakan terus meningkat hingga saat ini. Kasihan bagi warga yang sangat dekat dengan tepi sungai tentunya mereka cemas, dan ancaman bisa kapan saja datang terutama pada musim hujan,” kata Dedi, Ketua Karang Taruna itu.

Sementara, Kepala Desa Sukadana, Juhri Gianaris, membenarkan adanya keruskan kontruksi yang cukup parah pada sungai cibarengkok di wilayah tugasnya. Diungkapkanya, sejak kerusakan tahun 2015 belum ada perbaikan menyeluruh.

“Dari panjang sungai 1,5 km dan lebar 8 meter lebih dari 50 persen mengalami kurusakan. Tebing penyangga sungai ambrol disejumlah titik dan beberapa diantaranya terjadi longsor yang mengakibatkan perkarangan rumah warga juga rusak,” ujarnya.

Ia mengaku pihaknya telah berupaya mencegah kerusakan di titik vital dengan memasang brongjong baik dikerjakan oleh PU maupun desa.

Pasalnya, sungai cibarengkok menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk – Cisanggarung berkantor di Cirebon.

“Sejak tahun 2017, 2019 dan 2020 kami terus mengusulkan pembangunan tembok penahan tebing (TPT) Sungai Cibarengkok sepanjang 1.500 meter. Usulan kami telah di proses di Bapeda kabupaten Kuningan, yang kami harapkan segera ada pembangunan dari BBWS maupun kementerian PU,” ungkapnya.

Dirinya juga mengaku kerusakan sungai cibarengkok menjadi pekerjaan rumah yang banyak menguras perhatian dan penantian. Katanya, sudah menjadi bagian dari program perioritas desa yang kerap diusulkan di musrenbang.

“Kami semua tentunya kuatir seiring kerusakan sungai cibarengkok yang terus meningkat. Kami kuatir bila musim penghujan dan intensitas air meningkat akan terjadi erosi berdampak banyak terjadi longsor. Selain itu ancaman banjir yang bisa saja dapat menerjang hunian warga dan area persawahan,” jelas Kades Sukadana, Juhri. (samidi/ras/r/as)

Kabar Terbaru