Dugaan Penyimpangan Dana Desa Cimuncang Tahun 2024 dan 2025, Media Lakukan Investigasi Mendalam

Daerah, Headline, Jawa Barat2561 Dilihat
Dugaan Penyimpangan Dana Desa Cimuncang Tahun 2024 dan 2025, Media Lakukan Investigasi Mendalam 1
Kepala Desa Cimuncang, HM Engkus

Majalengka, kabarSBI – Berawal dari unggahan salah satu akun TikTok yang menampilkan rincian penerimaan dan penggunaan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2024 untuk Desa Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, sejumlah pihak media merasa perlu menelusuri kebenaran informasi tersebut secara lebih mendalam.

 

Media kemudian melakukan konfirmasi awal kepada Sekretaris Desa Cimuncang, Irvan Somantri, melalui aplikasi WhatsApp. Hal ini dikarenakan Kepala Desa Cimuncang, H. M. Engkus, diketahui tidak menggunakan smartphone.

 

Tak hanya berhenti di komunikasi daring, media juga menurunkan tim investigasi ke lapangan untuk menggali fakta langsung di Desa Cimuncang.

 

Dalam konfirmasi awal, Sekdes Irvan menyatakan, “Iya, sekarang ini banyak desa di Majalengka informasinya dibuat begitu,” merespons pertanyaan mengenai kebenaran informasi yang beredar di TikTok. Ketika ditanya lebih lanjut mengenai isi unggahan tersebut, Irvan mengoreksi satu bagian, “Ada yang salah, yaitu irigasi Situ Hiang. Harusnya TPT 1, karena ada 4 TPT di Situ Hiang.”

 

Disebutkan pula bahwa alokasi anggaran fisik Tahun 2024 dianggap telah selesai. Selanjutnya, pihak media mengajukan pertanyaan mengenai alokasi Dana Desa Tahap 1 Tahun Anggaran 2025. Sekdes Irvan menjawab bahwa anggaran tersebut kembali dialokasikan untuk pengembangan wisata Situ Hiang, dengan rincian empat titik lokasi pengerjaan. Ia bahkan menyertakan sejumlah foto sebagai bukti kegiatan tersebut.

 

Namun, saat foto tersebut ditunjukkan kepada narasumber dari tim investigasi media (yang meminta identitasnya dirahasiakan), narasumber menyatakan, “Bukan, Pak. Ini mah pekerjaan DD Tahun 2024.”

 

Pihak media kembali mengonfirmasi hal ini kepada Sekdes Irvan. Namun, ia justru menjawab singkat, “Lebih baik ngobrol dan ketemu di darat.” Ajakan itu ditolak oleh pihak media yang tetap berpegang pada prosedur konfirmasi jurnalistik melalui komunikasi resmi, seperti telepon atau WhatsApp.

 

Pihak media kemudian melanjutkan konfirmasi terkait beberapa pos anggaran lainnya dalam DD Tahun 2024 yang disebut dalam unggahan TikTok, seperti:

Ketahanan Pangan: Rp52.708.000

BLT Dana Desa: Rp158.400.000 – ditanyakan berapa jumlah KPM (Keluarga Penerima Manfaat)

Operasional Desa: Rp50.794.920

Stunting: Rp10.000.000

Taman Baca: Rp5.000.000

 

 

Terkait hal ini, narasumber menyatakan kebingungannya: “Taman baca itu di mana?”

 

Namun lagi-lagi, Sekdes Irvan tidak memberikan jawaban rinci dan hanya menanggapi dengan pernyataan, “Bukannya tidak mau ngasih informasi.”

 

Sementara itu, di tempat terpisah, aktivis Majalengka yang juga pemerhati kebijakan publik, Saeful Yunus, S.E., M.M., menyatakan siap membawa dugaan kuat penyimpangan penggunaan Dana Desa Tahun 2024 dan DD Tahap 1 Tahun 2025 ke ranah hukum.

 

“Kalau ini hoaks, saya siap bertanggung jawab secara hukum. Tapi kalau ini benar, saya minta Kejaksaan Negeri Majalengka segera memeriksa Kepala Desa Cimuncang dan menindak tegas jika terbukti menyalahgunakan jabatan dan wewenang,” tegas Saeful.

 

Ia pun menyatakan akan terus mengawal kasus ini sampai tuntas sebagai bentuk kontrol sosial dan upaya memperingatkan seluruh kepala desa di Kabupaten Majalengka agar berhati-hati dalam mengelola dana negara dan menjalankan amanah jabatan.

 

 

Tim liputan